| Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Puncak Hari Aksara Internasional ke-60 di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (24/09/2026). |
NUSANTARA.ID – Puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-60 tingkat nasional digelar di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (24/9), dengan mengusung tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”.
Peringatan tersebut memperluas pemaknaan literasi yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, hingga teknologi sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat menghadapi perubahan.
Perubahan sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi yang semakin pesat menjadi bagian pembahasan dalam HAI ke-60. Perkembangan penggunaan internet di Cilacap juga membuat kecakapan literasi digital menjadi bagian penting dalam pemanfaatan teknologi.
“Di sini 75,09 persen penduduk usia lima tahun ke atas telah menggunakan internet sehingga tantangannya bergeser bukan pada peningkatan akses internet, melainkan pada bagaimana kecakapan literasi digital dibutuhkan agar masyarakat dapat memanfaatkan internet secara aman dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap,” ujar Made, dikutip dari laman Kemendikdasmen.
Literasi dalam peringatan tersebut mencakup kemampuan memahami keadaan, memilah informasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengubah pengetahuan dan kecakapan hidup menjadi modal untuk berkarya, bekerja, menggunakan teknologi, dan meningkatkan kualitas hidup.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), I Gusti Made Ardana, menyampaikan pentingnya menerjemahkan tema HAI ke-60 melalui tindakan yang dapat menjangkau kebutuhan masyarakat.
“Tema Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata untuk memastikan setiap orang memperoleh kesempatan belajar, memahami lingkungan, serta menjadi pengetahuan dan kecakapan hidup untuk modal berkarya, bekerja, atau menggunakan teknologi serta meningkatkan kualitas hidup”, ungkap Made.
Penguatan gerakan literasi juga mencakup berbagai program, mulai dari Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga Digitalisasi Pembelajaran. Upaya tersebut turut mencakup penguatan tata kelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Penguatan PKBM berkaitan dengan upaya menjawab berbagai persoalan di masyarakat, khususnya memperkuat literasi serta menangani anak tidak sekolah (ATS). Cilacap juga disebut menjadi ruang belajar mengenai keberagaman, lingkungan, dan kesejahteraan.
Puncak HAI ke-60 di Cilacap turut menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari talkshow literasi, pameran, aktivitas edukatif, Jumpa Pegiat Literasi, hingga Apresiasi Tokoh Inspiratif.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Forum Komunikasi Pusat Belajar Masyarakat Provinsi Jawa Tengah, satuan pendidikan nonformal, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), lembaga kursus, organisasi mitra, keluarga, komunitas, dunia usaha dan dunia industri, serta pegiat literasi.(*)