Menkeu Suahasil Nazara Perluas Kemitraan Global untuk Dorong Investasi di Indonesia

Kementerian Keuangan dalam pertemuan bilateral dengan mitra internasional di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2026).

NUSANTARA.ID – Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperkuat kemitraan dengan sejumlah lembaga keuangan internasional dan negara mitra untuk memperluas pembiayaan ekspor, meningkatkan investasi, serta mendukung proyek strategis di Indonesia. Upaya ini dibahas dalam serangkaian pertemuan bilateral di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan tersebut melibatkan Thailand, Singapura, Japan Bank for International Cooperation (JBIC), World Bank, dan International Finance Corporation (IFC). Pembahasannya mencakup pengembangan pembiayaan ekspor, investasi sektor swasta, akses pendanaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan infrastruktur dan energi.

Dilansir dari Halaman (KEMENTRIAN REPUBLIK INDONESIA), rangkaian pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan. Kemitraan dengan lembaga keuangan internasional dan negara mitra menjadi bagian dari upaya mendukung investasi serta berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan IFC, Suahasil membahas kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menghimpun pendanaan jangka panjang dan memobilisasi sumber dana eksternal bagi pembiayaan ekspor. Kerja sama ini berkaitan dengan upaya memperkuat kemampuan pelaku usaha Indonesia menembus pasar internasional.

Pembiayaan ekspor juga berkaitan dengan penguatan rantai pasok domestik di sejumlah sektor, meliputi pertanian, manufaktur, logistik, jasa, dan perikanan. Dukungan pendanaan di bidang tersebut menjadi salah satu bahasan dalam upaya memperluas peluang usaha Indonesia di pasar internasional.

Selain pembiayaan ekspor, IFC membahas perluasan akses pendanaan bagi UMKM melalui PNM, OTO Finance, dan Amartha. Pembahasan ini juga mencakup pengembangan layanan keuangan digital untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Perhatian turut diberikan kepada perempuan pelaku usaha dan masyarakat perdesaan. Untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia, IFC juga menyampaikan rencana memindahkan sejumlah posisi senior dari Singapura ke Jakarta.

Pembahasan dengan IFC juga mencakup pengembangan pasar modal. Suahasil menekankan pentingnya menjaga kredibilitas pasar modal agar dapat menjadi sumber pembiayaan yang andal bagi sektor swasta, sekaligus mendukung kebutuhan pendanaan kegiatan ekonomi.

Perluasan basis investor dan pengembangan instrumen pembiayaan tematik turut dibahas untuk membuka peluang partisipasi modal swasta yang lebih besar. Kedua hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pengembangan pasar modal sebagai sumber pembiayaan bagi sektor swasta.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden World Bank untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Carlos Felipe Jaramillo, serta Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carrie Turk, Suahasil membahas tantangan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan fiskal.

Pembahasan tersebut mencakup keterbatasan sumber daya dan perlunya menjaga efektivitas belanja pemerintah. World Bank menyampaikan kesiapan mendukung prioritas pembangunan Indonesia melalui sejumlah bidang, termasuk pengembangan UMKM, pertanian, dan kesehatan.

Di sektor pertanian, dukungan World Bank mencakup inisiatif Agricollect dan pembiayaan digital untuk pengembangan UMKM. World Bank juga menyampaikan keterlibatannya dalam program kesehatan di Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.

Kerja sama di bidang infrastruktur dan energi turut dibahas dalam pertemuan Suahasil dengan Gubernur JBIC. Salah satu proyek yang menjadi pembahasan ialah fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Legok Nangka, Jawa Barat.

Selain proyek tersebut, Suahasil mendorong penjajakan kerja sama antara JBIC dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Pembiayaan dapat dijajaki untuk mendukung proyek baru maupun proyek yang sedang berjalan.

Pada tingkat regional, Suahasil bertemu dengan Menteri Kedua Keuangan Singapura, Indranee Rajah, untuk membahas peluang penguatan kerja sama keuangan di ASEAN. Agenda pembicaraan mencakup pengembangan pasar karbon, pembiayaan campuran (blended finance) untuk mendukung solusi berbasis alam, serta konektivitas infrastruktur dan energi melalui ASEAN Power Grid. Keduanya juga bertukar pandangan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dan digitalisasi.

Rangkaian pertemuan di Bangkok tersebut mencakup berbagai bidang kerja sama, mulai dari pembiayaan ekspor dan investasi hingga pengembangan pasar modal, infrastruktur, energi, pertanian, dan kesehatan. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan internasional untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items